JUST FOR YOU

Menjadi Sub Agent di AstianaGT Super Murah! Cocok Buat Kamu Mahasiswa

Bagi kamu yang kebetulan sedang mencari penghasilan sampingan, tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan menjadi sub agent , lho . Dengan...

Wednesday, 8 August 2018

Perkenalkan Batik Lulantatibu : Batik Pemersatu Suku Dayak di Wilayah Perbatasan Nunukan

Perkenalkan Batik Lulantatibu : Batik Pemersatu Suku Dayak di Wilayah Perbatasan Nunukan


Batik merupakan salah satu warisan budaya Nusantara yang perlu dijaga kelestariannya dan telah diresmikan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tanggal 2 Oktober 2009. Sejak saat itu, setiap tanggal 2 Oktober kita memperingati Hari Batik Nasional.

Ada beragam motif batik yang tersebar di Indonesia, salah satunya adalah motif batik terbaru yang disebut Batik Lulantatibu.

Seperti apakah batik Lulantatibu itu?
batik lulantatibu batik nunukan AstianaGT
Batik Lulantatibu via kompas.com
Batik Lulantatibu merupakan batik yang berasal dari daerah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Alasan terbentuknya motif ini dikarenakan sejak diresmikannya batik sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, setiap kabupaten diwajibkan memiliki motif batik tersendiri

Istilah Lulantatibu merupakan singkatan dari nama keempat suku Dayak yang tersebar di Nunukan, yaitu Dayak Lundayeh, Dayak Tagalan, Dayak Taghol, dan Dayak Tidung Bulungan. Sementara motif yang ada pada batik Lulantatibu merupakan gabungan dari masing-masing simbol yang ada pada keempat etnis suku Dayak tersebut, dikembangkan sejak tahun 2010 oleh Pemerintah Kabupaten Nunukan dan berhasil dipatenkan pada Mei 2017 lalu.

Filosofi Masing-Masing Etnis

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, proses pengembangan motif batik Lulantatibu ini tidaklah sebentar, dibutuhkan waktu sekitar 7 tahun lamanya. Hal ini sebabkan masing-masing suku Dayak yang tersebar di Nunukan memiliki ciri khas masing-masing.

Contoh tempayan via baltyra.com

Suku Dayak Lundayeh memiliki ciri khas berupa gambar tempayan yang dalam bahasa setempat disebut arit tabuk. Filosofi dari arif tabuk adalah melindungi. Suku ini menempati wilayah bagian Utara Kabupaten Nunukan.

Suku Dayak Tagalan memiliki khas perpaduan 4 buah lengkung yang disebut pinduku. Istilah pinduku sendiri diambil dari bahasa setempat dan bermakna persatuan.

Suku Dayak Taghol memiliki motif khas berupa perpaduan 4 garis yang membentuk tameng. Bagi suku Dayak Tagalan, 4 garis ini melambangkan perlindungan dan juga ketahanan. Mereka menempati wilayah Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.

bunga sepatu bunga raya AstianaGT
Bunga Raya atau dikenal dengan Bunga Kembang Sepatu via wordpress.com

Sementara suku Dayak Tidung Bulungan memiliki khas berupa goresan bunga raya yang mengandung filosofi kemakmuran. Bagi masyarakat setempat, bunga raya memiliki khasiat sebagai penyembuh berbagai penyakit.

Dari keempat motif yang ada pada masing-masing suku Dayak tersebut, maka lahirlah motif gabungan yang disebut Lulantatibu. Batik jenis ini mengangkat tema go green karena dalam proses pembuatannya memanfaatkan bahan-bahan alami, seperti warna merah menggunakan kayu secang, warna jingga menggunakan kunyit, coklat muda menggunakan daun jambu, dan warna merah maron didapatkan dari daun jati. Sementara untuk pengikat dan penguat warnanya digunakan tawas.

Keberadaan Batik Lulantatibu ini tidak hanya menjadi simbol keberagaman suku di Kabupaten Nunukan juga sebagai pemersatu antar suku yang hidup berdampingan di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebut.

Semoga bermanfaat.