JUST FOR YOU

Menjadi Sub Agent di AstianaGT Super Murah! Cocok Buat Kamu Mahasiswa

Bagi kamu yang kebetulan sedang mencari penghasilan sampingan, tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan menjadi sub agent , lho . Dengan...

Friday, 27 July 2018

9 Objek Wisata di Makassar yang Recommended Buat Kamu


Bosan dengan rutinitas harian membuat kamu ingin melakukan sesuatu yang baru. Jika liburan menjadi pilihan kamu, maka tidak ada salahnya mempertimbangkan  Kota Makassar Si Kota Daeng sebagai destinasi liburan kamu.

Kota Makassar dulunya dikenal dengan nama Ujung Pandang yang berubah sejak tahun 1991. Kota yang terkenal dengan kuliner Coto Makassar dan Pisang Epenya ini merupakan Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan (South Sulawesi) dan merupakan kota kedua terbesar setelah kota Medan di luar pulau Jawa. Secara geografis, kota Makassar terletak di barat daya pulau Sulawesi, berbatasan dengan Selat Makassar di sebelah barat, Kabupaten Kepulauan Pangkajene (Pangkep) di sebelah utara, Kabupaten Maros di sebelah timur, dan Kabupaten Gowa di sebelah selatan.

Ada begitu banyak objek wisata yang bisa kamu kunjungi selama berada di Kota Daeng, lho, misal wisata alam, wisata kuliner, wisata religi, wisata belanja, wisata bahari, wisata sejarah, dan sebagainya. Berikut adalah 9 ulasannya yang berhasil AstianaGT rangkum buat kamu.

#1 Pantai Losari

via tripadvisor.com
Jalan-jalan ke Kota Makassar tidak akan lengkap jika kamu belum pernah berkunjung ke Pantai Losari, berlokasi di pusat kota Makassar. Pantai Losari merupakan salah satu objek wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Maka jangan heran ketika kamu ke sini, kamu akan melihat banyak bule bertebaran di sekitar pantai. Tapi jangan salah, ya. Meski disebut 'pantai', kamu tidak akan menemukan pemandangan pasir putih ataupun pengunjung pantai yang mengenakan pakaian minim (bikini). Inilah yang menjadi salah satu keunikan Pantai Losari. Pantai, namun tak berpasir. Eh?! Tidak hanya itu, bagi kamu si penggemar wisata kuliner, jangan lewatkan kesempatan menikmati kelezatan Pisang Epe yang dijual di sekitaran pantai. Dan masih banyak lagi aneka kuliner yang wajib kamu cicipi, seperti Es Pisang Ijo, Coto Makassar, Sop Konro, Sop Saudara, dan aneka masakan laut. Tertarik?

#2 Benteng Rotterdam
via makassar.tribunnews.com
Tidak jauh dari lokasi Pantai Losari, terdapat sebuah situs bersejarah yang didirikan pada tahun 1545 oleh raja ke-9 Kerajaan Gowa-Tallo, yaitu I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakjung Tumapa'risi' Kallona. Bangunan ini dulunya dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang atau Benteng Panyyua. Barulah pada 18 November 1667, ketika benteng ini jatuh ke tangan pihak Belanda dikarenakan adanya Perjanjian Bongaya, namanya berubah menjadi Fort Rotterdam. Jenderal Hindia Belandalah, Cornelis Janzoon Speelman, yang mengubah nama benteng ini demi mengenang kota kelahirannya di Belanda saat itu.

Saat mengunjungi benteng ini, kamu wajib mengisi buku tamu di pos sebelah kiri pada pintu masuk dan wajib membayar sebesar Rp. 5.000,-. Tenang saja karena pembayaran ini berlaku untuk semua teman rombongan kamu, misal kamu datang bersama dengan 5 orang teman, kamu cukup membayar Rp. 5.000,- saja untuk kamu dan ke-5 teman kamu. 

Ketika berada di dalam benteng, kamu akan menemukan beragam komunitas, seperti komunitas pecinta kucing, komunitas belajar bahasa Asing, komunitas fotografer, dan masih banyak lagi. Apalagi jika kebetulan di hari kunjungan kamu ternyata sedang ada event, maka Benteng Rotterdam bisa sangat padat. 

Berbicara mengenai komunitas belajar bahasa asing, benteng ini merupakan salah satu lokasi yang sangat cocok untuk kamu yang ingin melatih kemampuan berbahasa asing kamu, lho, karena ada banyak wisatawan mancanegara yang datang ke sini, terutama yang berasal dari Belanda. Bolehlah kamu memberanikan diri mengajak mereka berbicara.
Hello, Mister. Can we speak little little? 😂

Dan, tahukah kamu?
Lokasi antara Benteng Rotterdam dan Pantai Losari dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Tapi ini bagi yang memang senang olahraga, ya. Jika kamu tidak sanggup dengan berjalan kaki, bisa kok dengan angkutan kota.

#3 Trans Studio Makassar
via pegipegi.com
Selanjutnya yang tidak kalah menarik adalah Trans Studio Makassar, yaitu tamah hiburan yang  sangat luas dengan beragam wahana permainan yang sangat seru.

Tahukah kamu?

Trans Studio Makassar merupakan salah satu taman hiburan indoor terbesar di dunia, terletak di atas tanah seluas 2,7 hektar. Luas, ya, guys. Di dalamnya kamu dapat menikmati 22 wahana permainan dan 4 kawasan hiburan dengan tema yang berbeda dan unik. Lokasinya juga tidak jauh dari Pantai Losari, hanya sekitar kurang lebih 15 menit dengan menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat. Jangan khawatir soal kendaraan karena kini semua semakin mudah dengan adanya layanan sewa driver secara online. So, don't worry, guys. Harga tiketnya juga ekonomis. Kamu cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp. 155.000,- pada hari kunjungan Senin sampai Jumat, atau Rp. 205.000,- pada hari Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional.

Untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi situs resmi Trans Studio Makassar.

#4 Monumen Korban 40.000 Jiwa
via makassar.tribunnews.com
Dari namanya saja kita sudah dapat membayangkan sejarah di balik dibangunnya Monumen Korban 40.000 Jiwa ini. Bagi warga yang telah lama tinggal di Kota Makassar mungkin sudah tidak asing lagi dengan monumen ini. Namun berbeda bagi mereka yang baru saja menginjakkan kaki di Kota Daeng. Masih banyak yang belum mengetahui tentang monumen bersejarah ini karena dikalah populer oleh situs sejarah Benteng Rotterdam dan Benteng Somba Opu.

Monumen Korban 40.000 Jiwa merupakan  monumen yang dibangun untuk mengenang para korban yang tewas dibantai oleh pasukan Belanda pada tahun 1946-1947. Pembantaian ini dipimpin oleh Kapten Raymond Paul Piere Westerling dan menjadi salah satu sejarah kelam bagi masyarakat Sulawesi Selatan. Meski dikatakan '40.000 jiwa', namun jumlah korban yang sebenarnya tidak mencapai angka tersebut. Berdasarkan sejarah, ungkapan 40.000 jiwa ini sengaja digunakan oleh Kahar Muzakar guna mengambil simpati internasional dalam upaya menggugat Belanda karena telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) saat itu.

Jika kamu berkunjung ke Monumen Korban 40.000 Jiwa ini, kamu akan disuguhkan pemandangan wilayah yang asri dan rapi. Bukan pemandangan mengerikan seperti namanya lho, ya. Di sini kamu juga akan menemukan relief pada dinding, pendopo bertuliskan 'Monumen Korban 40.000 Jiwa Sulawesi Selatan', serta patung setinggi kurang lebih 4 meter. Patung ini menggambarkan salah satu sosok korban yang berhasil selamat dari pembantaian dan kembali dalam keadaan kehilangan satu kaki dan hanya memiliki satu tangan. 

Meski monumen ini dijadikan sebagai objek wisata, dimana kamu bebas mengambil selfie terbaik, namun ingatlah sejarah di baliknya. Ada banyak hikmah yang bisa kamu ambil darinya, salah satunya, yaitu membuatmu lebih bersyukur dengan kehidupan yang kamu punya karena tidak berada di masa kelam itu. Berterima-kasihlah kepada mereka yang telah berjuang melawan pasukan penjajah sehingga Indonesia bisa dinyatakan merdeka. Meskipun pada kenyataannya, kehidupan rakyat Indonesia saat ini masih... ah, sudahlah. Intinya tetaplah syukuri apa yang kamu miliki, guys.

#5 Benteng Somba Opu
via tripadvisor.ie
Satu lagi situs sejarah yang mesti kamu kunjungi, yaitu Benteng Somba Opu yang didirikan pada tahun 1525 oleh raja ke-9 Kerajaan Gowa, Karaeng Tumaparisi' Kallonna. Di masa lampau, benteng ini digunakan sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan pelabuhan yang ramai dikunjungi pedagang asing dari Asia dan Eropa. Saat ini, benteng ini dijadikan sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah peninggalan kerajaan Gowa, termasuk meriam sepanjang 9 meter.

Ketika memasuki kawasan Benteng Somba Opu, kamu akan menemukan cagar budaya berupa rumah-rumah adat  beragam suku Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Sudah menjadi pemandangan biasa ketika kamu menemukan kumpulan mahasiswa dari berbagai universitas melakukan kegiatan kemahasiswaan mereka di salah satu rumah adat yang ada. Tentu saja penggunaan rumah adat tersebut tidak gratis. Mereka harus membayar sesuai tarif yang telah disepakati.

Selain itu, ketika berada di kawasan Benteng Somba Opu, kamu juga dapat menikmati taman satwa dan berbagai fasilitas yang disediakan oleh Gowa Discovery Park. Untuk memasuki Gowa Discovery Park, kamu perlu membayar tiket sebesar Rp. 55.000,- di hari normalnya (Senin-Jumat) dan Rp. 65.000 di akhir pekan  (Sabtu-Minggu).

#6 Pulau Samalona
via superadventure.co.id
Bagi kamu yang gemar dengan wisata bahari, kamu wajib mengunjungi Pulau Samalono, terletak 6,8 km dari Kota Makassar. Kamu dapat menempuh pulau ini dengan menggunakan speedboat dalam waktu sekitar 30  menit saja. Ada banyak speadboat  yang dapat kamu sewa di dermaga dekat Pantai Losari dan Benteng Rotterdam.

Ketika tiba di pulau ini, kamu akan menemukan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih. Kamu juga dapat menikmati indahnya terumbu karang karena di sini terdapat jasa penyewaan alat-alat renang dan snorkeling dengan kisaran harga Rp. 50.000,- hingga Rp. 100.000,-. Tergantung dari seberapa tinggi level menawar kamu. 

Pulau ini sangat terkenal dengan keindahan kehidupan bawah lautnya sehingga jangan heran ketika kamu banyak menemukan wisatawan lokal dan mancanegara di sepanjang pulau.

#7 Pulau Lanjukang
via viva.co.id
Pulau Lanjukang terlebih cukup jauh dari pusat kota Makassar, berjarak sekitar 40 kilometer. Biaya yang mesti dikeluarkan juga cukup besar bagi yang ingin mengunjungi pulau ini dikarenakan perlu menyewa kapal kayu. Kapal ini bisa memuat hingga 30 orang dengan biaya pulang pergi sekitar Rp. 1.500.000,-.

Meski jauh, pulau ini sangat cocok bagi kamu yang memang sedang ingin menyendiri. Pulau ini masih terbilang sepi. Mungkin karena aksesnya yang tidak semudah Pulau Samalona. Di sini kamu juga bisa menyewa peralatan snorkeling dan renang. Nikmati sensasi pulau yang serasa seperti pulau pribadi, guys.

#8 Mesjid Raya Makassar
via rindumesjid.blogspot.com
Pernah melihat Al-Qur'an raksasa seukuran 1 x 1,5 meter dengan berat 583 kilogram?

Dengan berkunjung ke Mesjid Raya Makassar, kamu dapat menyaksikan secara langsung Al-Qur'an raksasa ini yang tulis oleh KH Ahmad Faqih dari Yayasan Al Asy'ariah Kalibeber,  asal Wonosobo, Jawa Tengah. Tidak hanya itu, Mesjid Raya Makassar sendiri terkenal akan kemegahannya dan merupakan salah satu mesjid tua yang berada di Kota Daeng.

via makassar.tribunnews.com

#9 Wisata Belanja di Jalan Somba Opu
via hello-pet.com
Nah, setelah puas mengunjungi beragam objek wisata di Makassar, kamu wajib singgah di sini nih. Masa sih kamu jauh-jauh ke Kota Makassar namun tidak mempunyai cenderamata biar satu. Jalan Somba Opu merupakan lokasi paling strategis bagi kamu yang ingin membeli cenderemata khas Makassar.  Lokasinya sangat dekat dari Pantai Losari dan bisa ditempuh hanya dengan berjalan kaki saja. Di sini kamu bisa membeli berbagai macam cenderamata, seperti kerajinan tangan, makanan khas Makassar, miniatur kapal phinisi, pakaian, dan masih banyak lagi. Di sini kamu juga bisa membeli atau menjual perhiasan emas kamu lho karena di sepanjang Jalan Somba Opu ada begitu banyak toko emas.

Nah, itulah 9 objek wisata di Makassar yang recommended buat kamu. Jika kamu tertarik ingin mengunjungi Kota Daeng ini, jangan ragu untuk berkemas dan pastikan kamu sudah melakukan reservasi tiket pesawat dan hotel jauh-jauh hari, ya, untuk menghindari kamu kehabisan tiket tujuan Makassar. Jika kamu belum juga memiliki tiket dan reservasi hotel, bisa kok pesan melalui AstianaGT. Kami siap membantu. Kunjungi laman ini jika kamu ingin melakukan pemesanan. 

Sekian.