JUST FOR YOU

Menjadi Sub Agent di AstianaGT Super Murah! Cocok Buat Kamu Mahasiswa

Bagi kamu yang kebetulan sedang mencari penghasilan sampingan, tidak ada salahnya kamu mempertimbangkan menjadi sub agent , lho . Dengan...

Sunday, 29 July 2018

3 Tips Bagi Kamu Si Calon Mahasiswa yang Akan Menginjakkan Kaki di Makassar

3 Tips Bagi Kamu Si Calon Mahasiswa yang Akan Menginjakkan Kaki di Makassar

Tidak terasa sebentar lagi semester baru akan dimulai, ya, dan PK2MB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru) juga akan segera diselenggarakan di masing-masing universitas. Bagi kamu yang memilih ke luar daerah untuk melanjutkan pendidikan tinggi mesti memiliki mental yang kuat, ya. Rasa rindu pada keluarga pasti akan ada, namun kamu harus bisa bertahan agar perjuangan kamu tidak sia-sia.

Nah, jika kebetulan lokasi  pilihan kamu adalah Kota Makassar maka tidak ada salahnya kamu membaca beberapa tips berikut ini agar kehidupanmu nantinya dapat berjalan lancar. 

Berikut adalah 3 tips bagi kamu si calon mahasiswa yang baru saja akan menginjakkan kaki di Kota Makassar.

#1 Memilih Indekos (Kos-Kosan) yang Tepat

Menurut saya, ini merupakan poin paling pertama yang mesti kamu persiapkan. Serius deh. Selama berada di Makassar, kamu tidak perlu khawatir mengenai indekos karena di sini ada begitu banyak pilihan, mulai dari yang harga ekonomis hingga yang eksklusif. Kamu bebas memilih sesuai dengan kemampuan ekonomi kamu. 

Namun ada beberapa hal yang perlu kamu garis-bawahi sebelum memilih indekos , yaitu:
  • Keamanan. Hal ini sangat penting. Mungkin kamu pernah mendengar pemberitaan tentang kasus penipuan, begal, pencurian, atau perampokan yang terjadi di Makassar. Saya tidak mengatakan bahwa Makassar tidak aman lho, ya, karena hampir semua kota besar juga pasti memiliki kasus yang sama. Oleh karena itu, sebelum memilih indekos, kamu mesti perhatikan baik-baik lokasinya, apakah dekat dari keramaian atau harus melewati banyak lorong sepi. Saran saya sih sebaiknya pilih indekos yang berlokasi dekat dari keramaian. Jadi, ketika kamu harus berkegiatan hingga malam di kampus, kamu lebih aman pulangnya.
  • Menggunakan Token Listrik. Sebaiknya indekos pilihan kamu menggunakan voucher atau token listrik. 
Saya akan bercerita sesuai pengalaman. Awalnya saya tidak begitu peduli mengenai sistem pembayaran listrik, mau menggunakan voucher listrik atau dengan tagihan per bulan juga tidak masalah. Namun, belakangan ini saya mulai merasa dirugikan oleh listrik bulanan yang harus saya bayar. Setiap bulan saya wajib membayar tagihan listrik sebesar Rp. 110.000,-. Hal yang membuat saya merasa dirugikan adalah penggunaan listrik saya tidak banyak-banyak amat kok. Saya jarang memasak, lebih sering makan di tempat teman (Upps... buka aib nih yee. Hahaha), sehingga secara otomatis saya jarang menggunakan rice cooker. Saya juga selalu mematikan lampu ketika akan tidur dan ketika akan meninggalkan kamar sehingga penggunaan listrik saya seharusnya lebih hemat. Frekuensi mandi saya juga tidak intens sehingga pemakaian air seharusnya bisa lebih hemat, kan. Mencuci pakaian juga tidak sering-sering amat. Tapi meski saya sudah melakukan gaya hidup super hemat, saya tetap harus membayar Rp. 110.000,-!
Jika dibandingkan dengan pemakaian listrik teman-teman yang lain, pemakaian saya seharusnya bisa lebih murah! Oleh karena itu, sebaiknya indekos pilihan kamu menggunakan sistem voucher, jadi listrik yang kamu bayar nantinya akan disesuaikan dengan pemakaian. Jika memang kamu tidak menemukan indekos yang seperti itu, sebaiknya carilah indekos dengan tagihan listrik bulanan yang lebih murah, yang menurut kamu sebanding dengan pemakaian listrikmu selama sebulan.
  • Penghuni indekos. Ini sangat penting. Sebelum memilih indekos yang akan kamu tempati selama berada di Makassar, kamu wajib memperhatikan penghuni-penghuninya. Jika kamu termasuk tipe orang yang cenderung penyendiri, kamu tidak akan nyaman jika harus bertetangga dengan penghuni yang heboh, ketika berbicara seperti berteriak, ketika mendengarkan musik seakan sedang mengadakan konser di lapangan terbuka, dan sebagainya. Namun, jika kamu memang tipe orang yang cuek, tidak peduli ketika sampah berserakan atau memiliki tetangga yang sering mengundang teman-temannya hingga tengah malam, maka tidak ada masalah. Pilihlah sesuai dengan kepribadianmu agar kamu bisa betah nantinya.
  • Lokasi strategis. Indekos yang baik adalah ketika lokasinya sangat dekat dari fasilitas publik, seperti indekos saya saat ini. Lokasinya sangat dekat dari mesin ATM, dekat dengan minimarket Alfamidi dan Indomaret, dekat dari warung prasmanan, dekat dari penjual gorengan, dekat dari distributor telur, dekat dari warung ayam krispi, dekat dari apotek, dekat dari pasar, dan tentunya lokasinya sangat dekat dari kampus. Semua itu dapat ditempuh hanya dengan berjalan kaki. Sangat strategis! Mungkin hal inilah yang membuat listrik bulanannya juga mahal.
  • Kloset dan Air Lancar. Maksudnya di sini adalah pastikan indekos pilihan kamu memiliki kloset yang baik, tidak sering tersumbat dan tentunya bersih. Airnya juga harus lancar, tidak sering mati. Setiap saya akan mencari indekos baru, ada tiga hal yang selalu mejadi patokan saya, yaitu: 1) biaya sewa per bulan atau per tahun, 2) lokasi, 3) kondisi kloset dan airnya.
Jangan remehkan poin yang satu ini. Bayangkan ketika kamu harus ke kampus pagi-pagi, namun air di indekosmu tidak mengalir. Belum lagi ketika sudah melakukan BAB, ternyata klosetmu tersumbat. TERSUMBAT, GUYS! Masih mending jika indekos yang kamu sewa memiliki fasilitas WC di dalam kamar. Bagaimana jika ternyata WC di indekos kamu adalah WC umum? Kamu sudah capek-capek mengantri dan ketika tiba giliranmu untuk masuk, ternyata kamu sedang bernasib sial. Jangan sampai terjadi deh. Serius.
  • Ibu kos/Bapak kosnya ramah. Ketika kamu mulai menjalani hidup sebagai anak kos-kosan (indekos), akan ada saatnya dimana kamu terpaksa telat membayar uang listrik dikarenakan ada banyak pembayaran yang mesti kamu dahulukan atau bisa juga karena kiriman kamu memang belum ada. Di sinilah fungsinya memiliki Ibu Kos/Bapak Kos yang ramah, baik hati, dan tidak sombong. 😂

Tahukah kamu?
Bagi anak kos-kosan, memiliki Ibu Kos atau Bapak Kos yang seperti ini merupakan suatu anugerah yang besar. Tidak jarang saya mendengar cerita dari teman-teman seputar kisah heroik  Ibu/Bapak Kos mereka yang tidak akan pernah habis di makan zaman, bahkan jika memang perlu, anak-anak dan cucu-cucu mereka pun wajib mendengarnya. Karena sesungguhnya Ibu/Bapak Kos yang tidak pernah marah ketika kamu terpaksa menunggak pembayaran listrik adalah pahlawan nasional.
#2 Belanja Bulanan

Nah, setelah kamu mendapatkan indekos idealmu, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah berbelanja. Jika indekosmu adalah indekos eksklusif maka kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan soal kasur, bantal, lemari, kipas angin, dan lain-lainnya, karena fasilitas indekos eksklusif biasanya sudah lengkap. Tentu saja tarifnya juga lebih mahal.

Namun, jika indekosmu bukan indekos eksklusif maka wajib bagimu berbelanja. Ada banyak toko grosiran di Makassar yang bisa kamu coba. Toko grosiran pilihan saya adalah Indo Mode, berlokasi di Jalan Sultan Alauddin, dekat dari lokasi kampus Unismuh (Universitas Muhammadiyah Makassar). Ada banyak yang bisa kamu beli di Indo Mode, seperti kasur, bantal, lemari, kipas angin, setrika,  hingga berbagai kebutuhan harianmu, seperti sampo, sabun, deodoran, berbagai cemilan, mie instan, dan masih banyak lagi. Jika kamu memilih berbelanja di awal bulan, jangan kaget ketika kamu melihat ada banyak orang yang berlomba-lomba belanja. Saya saja bisa sampai sesak napas dibuatnya karena sangat padat pengunjung.

Berbicara mengenai belanja, ingatlah, jangan pernah terlena dengan harga produk-produk yang menurut kamu murah, padahal kamu tidak membutuhkannya. Kebutuhan dan  keinginan itu berbeda. Kamu mesti mengutamakan kebutuhan dibanding keinginan jika kamu tidak ingin merasakan sedihnya menjadi anak kos-kosan di akhir bulan. Hal ini saya rasakan sendiri di awal kedatangan saya ke Makassar. Ibaratnya saya seperti mengalami culture shock karena harga barang-barang di Makassar terasa sangat murah dibandingkan daerah asal saya hingga membuat saya ingin membeli semuanya. Pada akhirnya, saya pun menyesal karena nyatanya barang-barang yang terlanjur terbeli tidak memberikan manfaat sama sekali, yang ada saya hanya membuang-buang uang. Oleh karena itu, kendalikan dirimu, teman! Jangan tergoda oleh harganya.

#3 Persiapkan Dirimu untuk PK2MB (Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru)

Langkah selanjutnya adalah persiapkan dirimu menyambut PK2MB atau Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru. Hampir semua universitas pasti akan mengadakan PK2MB untuk menyambut para mahasiswa baru di kampus mereka. Tidak banyak yang dapat saya cerita seputar PK2MB karena pengalaman PK2MB saya sudah sangat lama, yaitu pada tahun 2014 silam. Kok terasa tua sekali, ya? Satu hal yang masih saya ingat adalah ketika PK2MB akan ada banyak senior yang menghadiri kegiatan tersebut. Bolehlah kamu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk cuci-cuci mata. Hahaha.

Nah, itulah 3 tips bagi kamu si calon mahasiswa yang baru saja akan menginjakkan kaki di Kota Makassar. Sebenarnya masih banyak tips yang layak kamu gunakan sih. Jika ada waktu saya akan menambahkannya lagi.

Semoga bermanfaat.